Sunday, September 2, 2018

Filosofi Rumah

*Filosofi Rumah*
Oleh : Joyo Juwoto
Bulan Dzulhijjah atau orang Jawa menyebutnya sebagai bulan besar adalah bulan yang biasanya dipakai oleh masyarakat untuk menyelenggarakan hajatan, khususnya pernikahan. Tidak heran jika pada bulan besar kita sering panen resepsinan, baik itu undangan teman, kerabat, dan juga tetangga-tetangga dekat.
Kemarin saya menghadiri pernikahan salah satu teman yang ada di luar kecamatan. Seperti biasanya jika ada undangan tentu dengan senang hati saya pun datang. Bersama teman-teman yang lain kami pun berangkat rombongan dengan bersepeda motor. Maklum tempatnya tidak terlalu jauh.
Sesampainya di tempat hajatan, kami disambut oleh penerima tamu. Kami pun duduk sambil menikmati jajanan yang diberikan oleh penerima tamu di depan.
Tak berselang lama acara inti, yaitu mauidzoh temanten  disampaikan oleh Gus Maimoen Zubair dari Sarang Rembang. Saya pun menyimak dan mencatat beberapa nasehat yang disampaikan oleh putra dari Kiai sepuh nan kharismatik, Mbah Maimoen Zubair.
Diantara nasehat pernikahan yang disampaikan membahas akar dan makna dari rumah.
Makna rumah dari kosakata bahasa Arab banyak memiliki arti, yaitu:
*1. Baitun* : dari kata: baata-yabiitu maknane kanggo nginep dalu. Usahakan agar kita selalu tidur di rumah. Jangan hanya menjadikan rumah sebagai tempat singgah sementara.
*2. Maskan* : panggonan tenange ati. Dalam ayat dikatakan, Litaskunuu ilaiha.
Rumah bisa menjadi maskan, syaratnya ada dua:
1. Mawaddah, cinta yang dinyatakan dan dibuktikan dengan perbuatan nyata.
2. Rohmah, ingat segala kebaikan dari kedua belah pihak.
*3. Daarun* bermakna perputaran, atau kantornya rumah tangga. Hal ini berarti segala kegiatan suami istri  dilakukan  di dalam rumah.
*4. Manzilun* Rumah berfungsi sebagai tempat persinggahan. Jadi rumah juga berfungsi sebagai tempat melepas segala beban dan lelah dari pekerjaan kita di luar rumah.
Demikian beberapa makna rumah sekaligus fungsi dari rumah.
*Nasehat pernikahan dari Gus Ghofur Maemoen dengan tambahan penjelasan dari penulis*

No comments:

Post a Comment