Wednesday, November 1, 2017

Mari Menjaga Kesehatan Gigi

Mari Menjaga Kesehatan Gigi
Oleh : Joyo Juwoto

Gigi memang bukanlah batu mutiara ataupun emas permata, namun bisa jadi nilai gigi kita melebihi harta kekayaan yang kita miliki. Gigi adalah aset berharga yang kita miliki untuk seumur hidup. Tidak ada kenikmatan melebihi kesehatan ang dianugerahkan Tuhan kepada kita, termasuk kesehatan gigi yang kita miliki.
Saya memang tidak pernah patah hati akut, namun saya berani bertaruh bahwa sakit hati tidaklah sesakit ketika gigi kita digerogoti oleh ulat gigi. Jika ada lirik lagu “lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ini” namun saya kira pembaca lebih setuju lebih baik tidak sakit hati dan tidak perlu sakit gigi, karena kedua-duanya tentu membuat kehidupan kita sangatlah tidak nyaman.
Sejak kecil anak-anak dilatih bagaimana membersihkan gigi diajari gosok gigi pada pagi hari setelah bangun tidur atau sesudah sarapan pagi, begitu pula gosok gigi juga saat akan tidur, agar mereka membiasakan diri untuk menjaga kesehatan gigi.
Jika sejak kecil anak-anak dibiasakan pola hidup bersih dan rajin menggosok gigi, maka kemungkinan sakit gigi juga jauh. Apalagi biasanya anak-anak sangat suka dengan permen coklat, atau manisan yang memicu gigi rentan mengalami iritasi, maka kita sebagai orang tua perlu memperhatikan kesehatan mulut dan gigi anak.
Saya sendiri termasuk orang yang memiliki kecerobohan dengan masalah gigi. Bukan dalam hal gosok giginya, namun lebih pada pola makan. Saya biasa makan makanan yang masih panas, dan kadang sekaligus minum air es. Pergantian ekstrem dari panas ke dingin atau dari dingin ke panas ternyata memberikan efek buruk terhadap kesehatan gigi.
Saya tidak pernah menyangka akan menderita sakit gigi, datangnya tiba-tiba saja. Sakitnya sangat luar biasa dahsyatnya. Seluruh urat di sekitar gigi dan kepala terasa nyeri yang luar biasa. Seribu palu godam serasa dipukulkan secara bersamaan. Duh! sakit banget, saya panik, dan segera mencari obat untuk meredakan rasa sakit gigi yang mendera.
Setelah terkena sakit gigi, saya baru menyadari ternyata menjaga kesehatan gigi sangat penting sekali. Jangan sampai setelah sakit kita baru ribut mencari obatnya. Sangat tidak enak sekali menderita sakit gigi. Aktivitas terganggu, tidur susah, dan makan pun terasa tidak enak.
Dari pelajaran sakit gigi yang saya alami secara langsung, saya merasa bersyukur atas segala nikmat sehat yang dianugerahkan Tuhan. Dengan rasa sakit itu akhirnya saya menyadari bahwa sehat itu mahal dan kita baru menyadarinya saat sakit. Benar sekali sebuah qaul yang mengatakan :

الصحّة تاج على رؤوس الأصحّاء لا يروها الّا المرض
Artinya : Kesehatan itu ibarat mahkota yang ada di kepala orang-orang yang sehat, dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang-orang yang sedang dilanda sakit.


          Oleh karena itu mari menjaga sehat sebelum sakit, karena mencegah penyakit itu lebih baik daripada mengobatinya. Semoga kita semua diberi nikmat sehat lahir batin, sehat jasmani dan ruhani oleh Allah Swt. Aamin ya Rabbal ‘alamin. 

No comments:

Post a Comment