Thursday, November 2, 2017

Dahsyatnya Sakit Gigi

Dahsyatnya Sakit Gigi
Oleh : Joyo Juwoto

Pernahkah Anda sakit gigi? Jika belum saya berdoa kepada Tuhan, semoga Anda tidak usah mengalami yang namanya sakit gigi. Namun dari beberapa orang yang saya tanya, hampir kebanyakan pernah mengalami yang namanya sakit gigi. Cuma kadar sakit gigi itu ternyata beda-beda,  ada yang sakit sekedarnya saja, ada yang sakit benar-benar sakit sehingga membuat si penderita sakit gigi guling-guling menangis tak tertahankan.

Saya sendiri baru kali ini terserang sakit gigi dan sakitnya bukan bohongan, benar-benar sakit. Hampir tiap orang saya tanyai, apakah pernah sakit gigi atau tidak. Jika pernah, maka pertanyaan saya lanjutkan bagaimana rasanya dan diobati dengan apa. Jawabannya ternyata beda-beda, begitu pula dengan proses pengobatan dan penyelesaian dari sakit gigi pun beragam.

Salah satu teman yang saya tanya tentang sakit giginya dijawab, rasanya seperti dipukuli palu kepalanya, ada pula yang hanya menjawab dengan ringisan saja, saya bisa menafsirkan mungkin dia tidak bisa menggambarkan betapa menderitanya sakit gigi, bahkan ada yang terang-terangan mengatakan bahwa sakit gigi itu ibarat neraka dunia. Wuihh! maha dahsyat benar sakit gigi dengan segala penderitaannya.

Pas gigi saya sakit, tentu saya berikhtiar untuk mencari obat. Dari saran teman yang pernah sakit gigi katanya disuruh membelikan pil sakit gigi di apotik. Satu butir saja insyallah sembuh, katanya. Harganya per butir tujuh ribu rupiah. Saya pun akhirnye membeli dua butir pil sakit gigi yang besarnya seukuran biji jagung berwarna agak coklat. Setelah saya minum ternyata tidak ada efeknya sama sekali, gigiku masih ngilu, pedih, dan sakit sekali.

Pil kedua sudah tidak saya minum, karena satu butir pertama yang saya minum tidak ada efeknya sama sekali. Karena tiada perubahan, akhirynya saya mencoba resep lain yang juga disarankan oleh seorang teman. Kali ini resepnya langsung tiga pil sekali minum. Tiap hari saya harus minum dua kali. Pagi dan sore hari. Saya dibelikan resep ini oleh istri saya di apotik. Alhamdulillah, sekali minum resep kali ini sangat manjur, tidak berselang lama rasa sakit gigi perlahan mereda dan hilang sama sekali. Ajaib.

Resep kedua yang saya minum ini meredakan sakit gigi saya selama tiga hari. Dan selama itu pula obat itu saya minum. Setelah hari keempat saya sudah tidak minum lagi. karena merasa sudah sembuh.  

Tak dinyana tak disangka, setelah saya tidak minum resepnya, gigi saya sakit kembali. Bahkan lebih dahsyat sakitnya. Saya yang pada dasarnya tidak menyukai obat kimia menjadi kebingungan, apa yang harus saya lakukan untuk meredakan sakit gigi yang datang kembali. Apakah harus saya belikan resep seperti kemarin dan meminumnya kembali?

Karena rasa sakit yang tak tertahankan, akhirnya saya pergi ke dokter gigi. Saya ingin sembuh, dan saya harus berikhtiar lagi, demi kesembuhan gigi saya. Setelah menunggu beberapa saat, saya pun dipersilakan masuk. Saya ditanya tentang sakit gigi saya dan tentang obat apa saja yang telah saya minum. Saya pun menceritakan daftar riwayat obat yang telah saya konsumsi.

Saya sempat dinasehati oleh bu dokter karena minum obat tanpa resep dari dokter. Katanya kasian dengan ginjal saya, jika minum obat tanpa resep dokter. Karena pada dasarnya obat adalah racun, jika diminum sembaranan dan tanpa resep bisa membahayakan organ tubuh kita. Begitu nasehat beliau.

Bu dokter gigi kemudian memeriksa gigi saya, beliau berkata kemungkinan gigi saya ada yang berlubang katanya. Saya pun diberi obat dan disuruh mengkonsumsi selama tiga hari. Jika sudah sembuh  disuruh datang kembali untuk menjalani proses penambalan gigi agar kumannya tidak masuk dan merusak jaringan syaraf gigi. Saya hanya mengangguk dan mengiyakan saja, kemudian saya pun pulang dengan membawa  obat yang diberikan oleh bu dokter gigi.

Saya berharap semoga setelah dari dokter gigi rasa sakit yang saya derita reda. Karena dokter tentu telah dibekali pengetahuan yang cukup tentang penyakit sakit gigi seperti yang saya derita. Demikian harap dan do'a saya.



No comments:

Post a Comment