Thursday, June 15, 2017

Santri Menjadi Korban Satu Titik

Santri Menjadi Korban Satu Titik
Oleh : Joyo Juwoto

Dalam mengaji seorang santri hendaknya tekun, rajin, dan memperhatikan betul apa yang disampaikan oleh Kiainya.

Jangan sampai dalam mengaji seenaknya sendiri, kurang memperhatikan pelajaran dan penjelasan yang disampaikan oleh Kiai atau guru. Sehingga menyebabkan si santri lengah dan kurang konsentrasi dalam mengaji dan menyerap ilmu.

Seperti yang terjadi pada Ngabdul, seorang santri yang kurang teliti dalam mengikuti pengajian yang disampaikan oleh Kiainya.

Pada suatu kesempatan, Sang Kiai membacakan sebuah kalimat yang bunyinya begini :

حبّة سوداء دواء من كل داء

Kemudian mbah Yai menuliskannya di papan tulis. Santri-santri pun sama menyalinnya di buku catatan masing-masing santri. 

Karena si Ngabdul ini kurang perhatian mendengarkan penjelasan dari Kiainya, dan kurang teliti dalam menulis, maka si Ngabdul menyalinnya menjadi :

حيّة سوداء دواء من كل داء

Dari kalimat kata "habbatun" menjadi "hayyatun". Di sini terdapat perbedaan arti yang sangat fatal sekali.

Dari kata habbatun yang berarti biji jintan, menjadi kata hayyatun yang artinya adalah ular. Padahal perbedaannya hanya satu titik saja.

Hingga pada suatu ketikasi Ngabdul ini terkena penyakit, dia ingat pelajaran yang diberikan oleh Kiainya. Ngabdul pun membuka catatannya, karena Ngabdul merasa pintar, dia pun membaca dan mengartikan tulisannya sendiri.

"Kata Kiaiku dulu, saat saya nyantri  "obat segala penyakit adalah ular hitam, hayyatun sauda'. Gumam Ngabdul.

Demi sembuh dari penyakitnya, Ngabdul pun mencari ular hitam untuk ditangkapnya. Namun naas bagi Ngabdul, ketika ia mendapati seekor ular hitam dan akan ditangkapnya,  ular itu menggigitnya. Ngabdul pun lari menjerit.

Begitulah akibatnya, jika santri  mengaji tetapi tidak memperhatikan dengan tekun dan teliti, dari apa yang disampaikan oleh Kiainya.

Demikian, sedikit humor santri yang saya dengar dari pengajiannya Gus Baha' yang membuat saya tertawa sendiri. JJ.

No comments:

Post a Comment