Wednesday, June 7, 2017

Safari Ramadhan, Kapolres Tuban Fadly Samad Kunjungi Pesantren  ASSALAM Bangilan

Safari Ramadhan, Kapolres Tuban Fadly Samad Kunjungi Pesantren  ASSALAM Bangilan
Oleh : Joyo Juwoto


Ramadhan adalah bulan silaturrahmi, bulan memperkuat ukhuwwah, dan interaksi diantara masyarakat. Hari ini Kapolres Tuban, Bapak Fadly Samad mengunjungi pondok Pesantren ASSALAM Bangilan.

Kunjungan Kapolres Tuban di Ponpes ASSALAM Bangilan, (7/6/2017) dalam  acara Safari Ramadhan terkait dengan janji silaturrahmi beliau, yang kemarin berhalangan hadir dalam acara Haflah Akhirussanah.

Pengasuh Pondok Pesantren ASSALAM, KH. Yunan Jauhar, memberikan kata sambutan selamat datang, beliau menyampaikan kegembiraannya yang luar biasa, dengan kerawuhan rombongan bapak Kapolres beserta rombongannya. 

Dalam acara yang dipandu oleh Ust. Mulyadi, sambutan santri-santri ASSALAM sangat meriah, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan himne pondok yang syahdu, dan ditutup dengan lagu mars ASSALAM tiga bahasa, suasana begitu menenggelamkan keadaan. Perpaduan semangat kebangsaan,  semangat al muhaafadzoh alal qadiimis sholeh, dan wal akhdu bil jadiidil ashlah begitu terasa.

Pondok Pesantren ASSALAM adalah miniatur dari rumah besar NKRI, santri-santrinya berdatangan dari penjuru Nusantara, dengan semangat ASSALAM Berdiri Di atas Dan Untuk Semua Golongan, Pesantren yang ada di Kota Kecamatan Bangilan ini mampu menjadi contoh terdepan dalam wawasan maupun praktek kebhinekaan Indonesia.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Kapolres, bahwa generasi muda harus memahami bahwa NKRI bukanlah warisan yang bisa dimiliki, dan diberlakukan semaunya oleh sekelompok golongan tertentu saja,  NKRI adalah milik banyak golongan, ras, dan suku. Semua harus menyadari bahwa NKRI adalah titipan yang wajib kita jaga bersama demi keberlangsungan anak cucu kita.

Dalam kuliah umumnya di hadapan seribu santri, Pak Kapolres juga menyatakan bahwa "Kita itu lebih cepat bergerak tangannya, sedang otak pikiran masih loading."

Hal ini menjadikan kita, di era medsos sekarang ini, mudah sekali mengirimkan atau mengeshare berita-berita yang belum tentu jelas kebenarannya, ini adalah penyakit yang  merusak kerukunan berbangsa dan beragama. Padahal dalam ajaran agama sangat jelas, jika ada berita, maka kita harus mengecek dahulu kebenarannya, tabayyun, bukan langsung ikut-ikutan mengesharenya.

Bapak Fadly Samad, Kapolres Tuban, menegaskan, bahwa beliau merasa bangga dengan Pondok Pesantren ASSALAM, yang mana santri-santrinya mampu memberikan teladan kebersamaan dan kerukunan, yang mana hal tersebut di atas menjadi pondasi dasar bagi sikap Kebhinekaan Nasional Indonesia. JJ.

No comments:

Post a Comment