Tuesday, June 20, 2017

Mendulang Pahala dan Laba di Pasar

*Mendulang Pahala dan Laba Di Pasar*
Oleh : Joyo Juwoto

Pagi ini untuk pertama kalinya saya menjalankan muamalah perdagangan di pasar tradisional Bangilan. Saya punya toko Babyshop di pasar yang tak beri nama Bunayya Babyshop.

Istrikulah yang paling berjasa menjalankan muamalah perdagangan ini, karena saya sendiri bisa dibilang sibuk disektor lain.

Karena anak pertama kami sakit, maka pagi ini saya yang menggantikan berjualan. Itung-itung mencari pengalaman baru, jagain toko.

Karena pas bulan ramadhan, dan pasar ramai, maka sudah menjadi tradisi kami untuk mengambil satu rewang. Karena ada rewang itulah, saya berani jaga toko. Jika tidak, saya tentu kesulitan, karena memang belum terbiasa.

Saya tentu berterima kasih dengan rewang toko kami, karena semua beliau yang handle. Saya jaga toko ya hanya jaga saja, hanya nunggoni susuk dari pembeli.

Dari muamalah perdagangan ini banyak pelajaran yang bisa saya petik. Keluar masuknya pembeli,  tawar menawar antara penjual dan pembeli, hingga berbagai interaksi di dalamnya.

Sebagai seorang penjual, harus menampakkan wajah yang ceria, istilah jawanya grapyak semanak. Dalam hal ini, secara teori kayaknya penjual akan mendapatkan banyak pelanggan dibanding penjual yang selalu menampilkan wajah juteknya.

Selain berpotensi mempunyai banyak pelanggan, menampakkan wajah ceria termasuk menjalankan kesunahan dan akhlaqnya Kanjeng Nabi Muhammad Saw, jadi akan banyak pahala yang didulang oleh seorang penjual yang bassyul wajhi, yang ceria wajahnya. Bukankah Nabi  Bersabda : Tabassumuka fii wajhi akhiika shodaqatun.

Berdagang sendiri adalah termasuk jalan rizki yang yang disyariatkan oleh ajaran agama, jadi selain berfungsi sebagai muamalah juga berfungsi sebagai ubudiyyah.

Jadi berdagang itu ibadah yang mendapatkan pahala doeble, pahala diakhirat dan juga pahala di dunia yang berupa laba dari aktivitas perdagangan.Tentunya perdagangan yang berpahala adalah perdagangan yang dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, dan jauh dari tipu daya dan kebohongan. JJ.

No comments:

Post a Comment