Thursday, May 4, 2017

Naila dan Nafa Berburu Belalang

Naila dan Nafa Berburu Belalang
Oleh :  Joyo Juwoto

Di samping rumah tempat tinggal dua putri Cantik, Naila dan Nafa terdapat pekarangan yang tidak begitu luas. Banyak bunga-bunga dan rumput-rumput liar yang tumbuh di sana. Naila dan Nafa sering bermain-main di pekarangan itu, mencari belalang, melihat semut gramang, dan kadang juga mengejar capung-capung dan kupu-kupu yang hinggap di perdu dan semak-semak liar.
Matahari belumlah muncul, di langit timur semburat merah mulai tampak, Naila dan Nafa yang baru saja menyelesaikan shalat subuh bersama Abi dan Uminya segera bergegas keluar rumah, menghirup udara pagi yang sejuk.
Pagi itu adalah hari pertama libur sekolah semester ganjil, Naila yang duduk di TK Muslimat NU Bangilan juga libur, sedang Nafa belum sekolah, umurnya baru menginjak tiga tahun. Karena  sekolahnya libur, mereka berdua banyak menghabiskan waktunya untuk bermain di rumah.
“Nafa... ayo mencari belalang di rumput-rumput itu !” ajak Naila kepada adiknya
“Iya mbak..ayo, ayo !” Jawab Nafa
          Mereka berdua mencari belalang yang banyak bersembunyi di rumput-rumput yang menghijau, maklum sedang musim penghujan, sehingga hujan tercurah lebat dari langit yang menjadikan rumput-rumput dan tanaman lain tumbuh subur menghijau, di pekarangan rumah Naila dan Nafa.
          “Ini mbak, aku dapat belalang, tapi kasihan belalangnya masih kecil” Seru Nafa dari balik pohon pisang.
          “Aku juga dapat, ini belalang besar, kata Abi namanya ini belalang beras” teriak Naila sambil menangkap belalang di pohon pepaya, belalang itu sebesar kapsul, berwarna hijau daun.
          “Ayo Fa, kita berikan sama ikan Nila di kolam itu” Ajak Naila kepada adiknya Nafa.
          Di samping pekarangan rumah Naila dan Nafa terdapat kolam kecil, berisi ikan-ikan Nila yang dibeli dari pembibitan ikan yang ada di tetangga kecamatan.  Naila dan Nafa sangat senang melihat ikan-ikan berenang ke sana kemari di dalam kolam.
          Ikan-ikan di kolam itu juga sangat senang diberi makanan belalang, ikan-ikan yang berwarna-warni itu sama berebutan memangsa belalang yang di lempar Naila dan Nafa ke dalam kolam. Sebentar saja, belalang itu habis menjadi santapan pagi ikan Nila.
          Pagi itu matahari mulai meninggi, Naila dan Nafa yang memang belum mandi akhirnya dipanggil oleh Uminya untuk mandi. Setelah itu mereka sarapan pagi bersama di ruang keluarga.

Pagi yang indah, penuh berkah di sudut pekarangan rumah Naila dan Nafa yang penuh dengan kecerian.

No comments:

Post a Comment