Monday, May 22, 2017

Free Writing ala Hernowo Hasim

google.com
Free Writing ala Hernowo Hasim
Oleh : Joyo Juwoto

Minggu kemarin, (21 Mei 2017) saat Kopdar Komunitas Literasi Sahabat Pena Nusantara (SPN) yang diadakan di Surabaya, tepatnya di ruang Rektorat ITS, saya sangat beruntung, walaupun hadir agak telat namun saya masih bisa mengikuti pelatihan menulis yang diampu oleh penulis produkif, Bapak Hernowo Hasim.

Dalam materinya Pak Her menyampaikan kepada para peserta Kopdar tentang “Latihan “Menulis mengalir bebas” untuk menyamankan dan melejitkan kemampuan menulis.” Perlu diketahui bahwa konsep menulis mengalir bebas, atau free writing ini ternyata mampu melejitkan kemampuan menulis seseorang. Pak Hernowo tidak sedang berteori, namun hal ini pun telah dialaminya sendiri.

Bukan sebagai penulis yang memiliki latar belakang ilmu bahasa maupun sastra, namun dalam kurun waktu 4 (empat) tahun Pak Hernowo mampu menulis dan menerbitkan 24 judul buku. Sungguh capaian yang sangat luar biasa dahsyat.

Secara sekilas free writing adalah latihan menulis bebas dengan beberapa tingkatan yang perlu dilalui oleh seorang yang ingin menulis. Dan istimewanya free writing ini bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang status, gelar, maupun kemampuan menulis seseorang. Jadi dengan latihan free writing Anda dijamin bisa menulis.

Sekali lagi saya merasa senang dan bersyukur bisa bertemu dengan Pak Hernowo, tidak hanya berbicara dan berteori muluk-muluk dalam memberikan materi menulis, namun beliau langsung memberikan contoh konkrit, sekaligus langsung mempraktekkannya di depan mata para peserta kopdar.

Tekhnik free writing yang dipakai oleh Pak Hernowo Hasim adalah hasil praktek dan elaborasi dari free writing ala Elbow dan Goldberg. Berlatih free writing ini memiliki tiga jalur yang bisa dimanfaatkan oleh seorang yang mulai berlatih menulis. Jalur Pertama adalah menulis untuk membebaskan pikiran, jalur yang kedua untuk mengeksplorasi gagasan yang ada di dalam pikiran seseorang, dan jalur yang ketiga adalah menulis untuk mengikat makna.

Disetiap jalur free writing tadi, kita harus dalam menentukan durasi waktunya, semisal 2-5 menit untuk jalur pertama, 10 menit untuk jalur kedua, dan 15 menit untuk jalur yang ketiga. Dan ini harus dilakukan dengan konsisten, sambil menyetel alarm, agar durasi menulis kita tepat waktu.

Menurut Pak Hernowo, jalur pertama untuk menulis yang membebaskan, silahkan setel alarm dengan tempo 2 atau 5 menit. Setelah itu tulislah apapun dengan bebas tanpa terbebani susunan kalimat atau kosakata apapun. Pokoknya tulislah sesuatu tanpa bentuk sekalipun hingga bel alarm berbunyi. Pak Hernowo lalu praktek selama 3 menit, dan beliau menulis tanpa berfikir dan hanya menekan tuts-tuts key board yang ada di laptopnya, dan hasilnya tanpa makna seperti ini : “bahakkahaskjdnjdbk.sddur/kwiwhwyfw,jcs c;bshe” Yang terpenting beban yang menekan dalam menulis lepas dan hilang. Dan siapapun tentu bisa melakukan ini.

Dalam jalur kedua adalah mengeksplorasi gagasan yang ada di dalam pikiran. Siapapun tentu memiliki pengetahuan dan pengalaman, baik yang dilakukan secara langsung, yang dilihat, yang dirasakan atau mungkin dari hasil membaca buku. Pengetahuan dan pengalaman ini tentu bersebaran di dalam pikiran seseorang. Jalur kedua inilah yang natinya kita gunakan untuk memfokuskan pada salah satu tema yang akan kita tulis.

Semisal  kita akan menulis tema “Kehilangan” maka eksplorlah hal-hal yang berkenaan dengan kata kehilangan. Kita bisa menggunakan kata tanya untuk merangsang kerja otak dan mencari informasi di dalam pikiran kita. dalam prakteknya Pak Hernowo menulis selama 10-15 menit tanpa henti menggerakkan jari jemarinya. Beliau pun tidak terlalu berfikir tentang bentuk tulisan akan menjadi apa, bahkan tulisan itu nyambung ataukah tidak, yang terpenting eksplor terus tema tersebut tanpa henti hingga alarm berbunyi. Nantinya setelah tulisan selesai kita bisa melihat ulang dan menatanya kembali agar lebih baik dan nyambung.

Di dalam jalur ketiga menulis untuk mengikat makna tentu kita harus membaca buku terlebih dahulu. Dari apa yang kita baca kita tuangkan kembali dalam bentuk tulisan dan kita kaitkan dengan pengetahuan yang ada dalam pikiran kita. Setel alarm 10 atau 15 menit kemudian mulailah menulis tanpa henti tentang apa yang baru kita baca. Lakukan latihan ini berkali-kali dengan penuh kedisiplinan, maka kemampuan menulis kita insya Allah akan meningkat.


Silahkan mencoba, “Latihan “Menulis mengalir bebas” untuk menyamankan dan melejitkan kemampuan menulis.” Dan jangan lupa mengirimkan doa untuk Pak Hernowo Hasim, sebagai bentuk terima kasih kepada beliau yang telah membagikan ilmu kepada kita. Semoga beliau selalu sehat dan dalam lindungan Allah Swt. Aamin ya Rabbal ‘alamin. 

No comments:

Post a Comment