Monday, December 26, 2016

Muncak Ke Gunung Butak

Muncak Ke Gunung Butak
Oleh : Joyojuwoto

Gunung Butak berada di wilayah Kec. Sale Kab. Rembang tepatnya di lingkaran desa Pakis, Bitingan, Dowan dan beberapa desa lain yang melingkupinya. Di gunung Butak terdapat dua puncak gunung yang berdekatan, yang pertama puncak Gunung Jati yang terdapat maqamnya Eyang Jatikusuma dan yang kedua puncak gunung Butak yang di atasnya konon terdapat pertapaan Eyang Jatikusuma.  

Setelah mendengar info tentang lokasi Gunung Butak, saya bersama tim traveler yang terdiri dari Mas Faqih, Mas Andik, dan Mas Puput, meluncur menuju lokasi. Perjalanan dari Bangilan-Jatirogo hingga Sale sangat lancar dengan jalan yang mulus. dan udara yang sejuk. Hutan-hutan jati di pinggiran jalan masih cukup banyak, dan sangat asri.

Sesampainya di pertigaan kuburan desa Ngandangan, arah Gunung Butak ke selatan. Melewati desa Tengger, dan terus hingga ke desa Bitingan. Di batas akhir desa Bitingan menuju Gunung Butak jalannya berbatu, walau demikian secara umum jalannya bisa diakses dengan kendaraan roda dua ataupun roda empat hingga di puncaknya, khususnya puncak Jatikusuma. Jika musim penghujan, kayaknya jalannya akan sangat licin jadi perlu berhati-hati.

Gunung Butak ternyata juga menjadi kawasan konservasi alam yang melalui SK Penetapan Menteri Pertanian No : 55/Kpts/Um/2/1975 tanggal 17 Februari 1975, sebagaimana yang tertulis di plang yang dipasang di jalan menuju lokasi.

Udara pegunungan Gunung Butak sangat sejuk, di sepanjang perjalanan udara terasa dingin, suara hewan-hewan hutan menyemarakkan sepanjang perjalanan. Ada beberapa ekor kera hutan yang duduk-duduk di bebatuan dan dahan-dahan pohon. Di ceruk lembah Gunung Butak terdapat sebuah telaga yang menjadi jujugan liburan penduduk sekitar. Dari telaga untuk menuju puncak melewati petilasan yang disebut Pasepen.

Dari Pasepen pengunjung langsung bisa menuju puncak maqam Eyang Jatikusuma. Puncak Gunung Butak tingginya diperkirakan  sekitar 679 MDPL, viewnya sangat indah dan sejuk. Sepanjang memandang tampak desa-desa dan sawah yang menghampar yang berada di bawahnya.

Di puncak Jatikusuma inilah pengunjung bisa berziarah dan menikmati pemandangan yang sangat menawan. Setelah melewati medan jalan berbatu akhirnya kami berempat pun sampai di puncaknya. Keringat dan lelah terbayar sudah. 


2 comments:

  1. Wah bisa jdi reverensi baru ki buat para traveler

    ReplyDelete
  2. Bisa buat rujukan acara taon baruan iki.. Suwun gus

    ReplyDelete