Monday, March 14, 2011

Tarbiyah Menyejarah


Tarbiyah menyejarah

Tarbiyah adalah kata kunci keberhasilan dakwah  Rosululloh SAW. Beliau memulai dakwahnya dengan sembunyi-sembunyi di rumah sahabat Arqom bin Abi Al Arqom. Dari sinilah Rosululloh memulai aktivitas dakwahnya dengan mengumpulkan para sahabat untuk di tarbiyah islamiyah. Oleh karena itu hal ini patut dicontoh oleh para pengemban dakwah hal pertama yang harus dilakukan adalah “ISLAMIYAH QOBLA JAM’IYYAH”, Islamisasi yang kental pada diri kader, baru kemudian membangun kekuatan structural.
Kekuatan tarbiyah sudah sangat teruji oleh sejarah, kita lihat ketabahan bilal bin Robbah dengan ahad..ahadnya, ketika disiksa oleh Umaiyyah bin Kholaf, kita bisa menyaksikan kesabaran keluarga Yasir ketika tubuh mereka dipanggang dengan api. Sampai Rosululloh menghiburnya seraya berkata :
صبرا ابا اليقظان, صبرا آل ياسر فإنّ موعدكم الجنّة..
Bersabarlah wahai abu Yaqdzon, bersabarlah wahai keluarga Yasir, balasan untuk kalian adalah surga.
Dan siksaan itu sama sekali tidak menggoyahkan keyakinan para sahabat Rosululloh hasil didikan tarbiyah islamiyah.
Rosululloh sebagai seorang murobbi bagi para sahabatnya pun tidak lepas dari gangguan dan siksaan para kafir quraisy. Pernah suatu ketika beliau didatangi oleh pembesar kaum quraisy Uthbah bin Rabi’ah, ia menawarkan kepada Nabi harta yang banyak, pangkat yang tinggi, dan wanita-wanita yang cantik, tapi Rosululloh sama sekali tak bergeming. Pada kesempatan yang lain beliau dibujuk kembali oleh pembesar quraisy yang lain yaitu Walid bin al Mughiroh dengan penawaran yang sama, Nabi menjawab dengan tegas :
والله لو وضعوا الشمس في يميني والقمر في يساري, ما تركت هذا الأمر حتّى يظهره الله أو أهلك في طلبه.

“Demi Allah jika mereka meletakkan matahari ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku aku tidak akan meninggalkan perkara (dakwah)  ini sampai Allah memenangkannya atau aku  hancur karenanya”

Begitulah kekuatan tarbiyah yang dicontohkan oleh Rosululloh, tarbiyah yang bersumber dari Sibgotulloh, tarbiyah yang bersih dari unsur keduniaan, dan tarbiyah yang hanya Li’I’laai kalimatillah hiyal Ulya. “a-la kulli hal Tarbiyah Qobla Kulli syai’in” jwt

No comments:

Post a Comment