Tuesday, December 1, 2009

Kesultanan Pasir

Kesultanan Pasir yang sebelumnya bernama Kerajaan Sadurangas, berdiri pada tahun 1516 dan dipimpin oleh seorang wanita (Ratu I) yang dinamakan Putri Di Dalam Petung. Wilayah kekuasaan kerajaan Sadurangas meliputi Kabupaten Pasir yang ada sekarang, ditambah dengan Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Provinsi Kalimantan Selatan
1523, perkawinan Putri Di Dalam Petung dengan Abu Mansyur Indra Jaya (pimpinan ekspedisi agama Islam dari Kesultanan Demak) yang dikaruniai empat orang anak, yaitu
Aji Mas Pati Indra,
Aji Putri Mitir,
Aji Mas Anom Indra, dan
Aji Putri Ratna Beranak.
1906-1918, masa perjuangan rakyat Pasir melawan pemerintahan kolonial Belanda.
Hingga 1959 - Wilayah Pasir berstatus kewedanaan di dalam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
Pemerintahan selanjutnya

1607-1644 - Aji Mas Anom Indra bin Aji Mas Pati Indra
1644-1667 - Aji Anom Singa Amulana bin Aji Mas Anom Indra
1667-1680 - Aji Perdana bin Aji Anom Singa Maulana, bergelar Penambahan Sulaiman
1680–1730 - Aji Duwo bin Aji Mas Anom Singa Maulana, bergelar Penambahan Adam
1703-1738 - Aji Geger bin Aji Anom Singa Maulana, bergelar Sultan Aji Muhammad Alamsyah (Sultan Pasir I)
1738-1768 - Aji Negara bin Sultan Aji Muhammad Alamsyah, bergelar Sultan Sepuh Alamsyah (Sultan Pasir II)
1768-1799 - Aji Dipati bin Panembahan Adam, bergelar Sultan Dipati Anom Alamsyah (Sultan Pasir III)
1799-1811 - Aji Panji bin Ratu Agung, bergelar Sultan Sulaiman Alamsyah (Sultan Pasir IV)
1811-1815 - Aji Sembilan bin Aji Muhammad Alamsyah, bergelar Sultan Ibrahim Alamsyah
1815-1843 - Aji Karang bin Sultan Sulaiman Alamsyah, bergelar Mahmud Han Alamsyah
1843-1853 - Aji Adil bin Sultan Sulaiman Alamsyah, bergelar Sultan Adam Alamsyah
1853-1875 - Aji Tenggara bin Aji Kimas bergelar Sultan Sepuh II Alamsyah
1875-1890 - Aji Timur Balam diberi gelar Sultan Abdurahman Alamsyah
1880-1897 - Sultan Muhammad Ali Alamsyah
1897-1898 - Pangeran Nata bin Pangeran Dipati Sulaiman, pada bulan Oktober-Desember diberi gelar Sultan Sulaiman Alamsyah
1898-1900 - Pangeran Ratu bin Sultan Adam Alamsyah bergelar Sultan Ratu Raja Besar Alamsyah.
1900-1906 - Pengeran Mangku Jaya Kesuma bergelar Sultan Ibrahim Khaliluddin (Sultan Terakhir)
Kesultanan Pasir merupakan salah satu daerah leenplichtige landschappen dalam Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe. Menurut Staatblaad tahun 1898 no. 178, wilayah Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe, dengan ibukota Kota Baru, terdiri dari daerah-daerah leenplichtige landschappen dan daerah landschap yang langsung diperintah kepala bumiputeranya :
Pasir
Pegatan
Koensan
Tjingal
Manoenggoel
Bangkalaan
Sampanahan
Tjangtoeng
Batoe Litjin
Sabamban dan
Poelau Laoet dengan Poelau Seboekoe

No comments:

Post a Comment