Saturday, April 4, 2020

Permudah Dalam Membayar Utangmu


Permudah Dalam Membayar Utangmu
Oleh: Joyo Juwoto

Saya masih ingat sebuah maqolah yang saya hafalkan saat di pesantren dulu, “Ad-diinu Yusrun, Ad-dainu ‘Usrun”. Artinya kurang lebih demikian, “Agama itu mudah, sedang utang itu susah”. Saat itu tentu saya belum bisa membayangkan utang itu susah, karena memang belum pernah berurusan dengan uang dan hal-hal yang namanya utang piutang.
Dalam ilmu fikih memang secara teoritis kaum santri mempelajari tetang utang piutang, tetapi teori tentu sangat beda dengan praktek, karena teori hanya berbicara pada ranah kertas belaka, sedang prakteknya ilmu utang piutang ini melibatkan banyak factor, mulai dari gestur tubuh yang harus pas, mimik muka yang memelas,  hingga nada dan tekanan suara yang juga harus selaras. Sungguh berutang itu sangat berat dan susah ternyata, perlu keahlian yang terukur secara tepat.
Sayangnya sebagaimana yang saya amati, mental masyarakat kita adalah mental pengutang. Saya kurang tahu ini ada hubungannya dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digalakkan pemerintah melalui bank-bank atau tidak. Atau bahkan berutang sudah menjadi bagian dari tradisi dan kearifan local kita yang dikembangkan oleh para rentenir local yang berkedok bank tithil, yang pasti, hampir setiap sudut kehidupan kita hari ini dibiayai oleh yang namanya utang.
Dalam ajaran Islam, utang piutang adalah termasuk bagian dari muamalah yang diperbolehkan, jadi sah kita melakukannya dan tidak dilarang. Hanya saja persoalan utang piutng ini adalah persoalan yang cukup rumit, karena menyangkut haqqul adami menyangkut urusan yang membutuhkan kerelaan dengan orang lain. Tanpa bermaksud menyepelekan haqqul adami lebih berat dibanding dengan urusan kita dengan sang Khaliq.
Jika haqqul Khaliq kita bisa melunasinya dengan istighfar, dengan taubat, dengan berwudlu, maka tidak jika sudah menyangkut haqqul adami. Jika kita berutang uang maka kita harus membayarnya dengan uang, jika kita berutang emas, maka kita juga harus membayarnya dengan emas, atau bisa jadi dengan barang lain yang nilainya sepadan dengan apa yang telah kita utang darinya.
Ketika kita dalam kesulitan keuangan misalnya, kita diperbolehkan berutang kepada orang lain, dengan catatan kita harus membayarnya sesuai dengan tempo yang telah disepakati bersama. Tapi perlu digaris bawahi bahwa, berutang dilakukan ketika dalam konsisi yang memang benar-benar terpaksa dan sangat membutuhkan. Jangan sedikit-sedikit kita menggandalkan utang kepada orang lain.
Perlu kita sadari bahwa orang yang kita utangi belum tentu tidak memiliki kebutuhan dengan uang itu, boleh jadi ia sedang mengumpulkan uang tersebut untuk sesuatu hal yang penting. Ketika uang tersebut sudah terkumpul, kita datang dan memintanya untuk kita utang. Kadang orang yang kita utangi tidak tega untuk tidak memberikan uangnya, oleh karena itu ketika kita berutang kita harus membayarnya sesuai saat jatuh tempo.
Perlu kita sadari bahwa, orang yang kita utangi itu bukan lembaga keuangan, bukan koperasi simpan pinjam, bukan pula bank, bukan celengan, bukan pula mesin ATM yang hampir selalu tersedia uang. Dia seperti kita yang juga memerlukan uang setiap dia butuh. Oleh karena itu bercepat-cepatlah ketika membayar utang, jangan menundanya kalau memang kita sudah punya uang. Abaikan kepentingan lain jika tidak mendesak. Kita harus bisa memprioritaskan utang kita kepada orang yang memberikan utangan kepada kita. 
Jadi ketika kita berutang sesegera mungkin kita berusaha melunasinya, kalau bisa jangan sampai jatuh tempo, lebih-lebih sampai orang yang kita utangi mendatangi kita untuk menagihnya. Kasihan dia. Dalam sebuah riwayat Rasulullah Saw bersabda: Menunda-nunda utang padahal mampu adalah kezaliman”. (HR. Thabrani, Abu Dawud). Dalam sebuah hadits lain Rasulullah Saw juga bersabda: “Sesungguhnya seseorang apabila berutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas memungkiri.” (HR. Bukhari).
Hadits-hadits di atas seyogyanya menjadi pengingat kita agar berhati-hati dalam masalah utang piutang ini. Jangan sampai karena menuruti hal yang tidak penting kita memperturutkan diri untuk mencari pinjaman uang dari orang lain, bahkan dari lembaga keungan itu sendiri. Pandai-pandailah dalam mengatur segi prioritas dengan keuangan kita.
Orang yang kita utangi sudah memberikan kemudahan bagi kita untuk menggunakan uangnya, kita harus mempermudah urusannya dalam hal mengembalikan hutan. Ia mungkin mau mengutangi kita karena ia tahu, bahwa mempermudah urusan orang lain itu termasuk kebaikan yang bernilai ibadah, padahal sebenarnya ia tidak harus memberi pinjaman kepada kita. Karena tempat meminjam uang secara sah sudah ada. Di bank atau koperasi. Oleh karena itu sekali lagi permudahlah urusannya dalam menagih utang.
Semoga kita semua terhindar dari urusan utang piutang ini, dan semoga kita dianugeri oleh Allah rejeki yang melimpah dan berkah. Mari kita aminkan doa ini bersama-sama:
اَللهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنَ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ
 وَاَعُوْذُبِكَ مِن غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kegundahan dan kesedihan, aku berlindung kepadaMu dari sifat lemah dan Malas, aku berlindung kepadaMu dari sifat penakut dan bakhil, aku berlindung kepadamu dari himpitan hutang dan penindasan orang”.

Thursday, April 2, 2020

Kawasan Wajib Masker

Kawasan Wajib Masker
Oleh: Joyo Juwoto

Pagi ini saya ke RSUD Sasodora Djatikoesoemo Bojonegoro, ada urusan yang harus saya selesaikan. Jadi mohon maaf, saya harus keluar rumah untuk menyelesaikan tugas ini. Tugas yang tidak bisa saya kerjakan sambil rebahan di rumah.

Di masa-masa pegeblug virus Corona atau juga disebut sebagai Covid-19 melanda seantero dunia, kita dihimbau untuk tidak banyak keluar rumah. Banyak instansi yang memberlakukan WFH alias Work From Home, demi memutus mata rantai penyebaran virus ini.

Kebijakan self karantina dan physical distancing atau jaga jarak fisik adalah salah satu cara untuk menghindari penyebaran virus corona lebih luas. Oleh karena itu kita wajib mematuhinya.

Semua waspada, semua siaga. Pandemik Corona sukses mengajarkan kepada kita makna "An-ndzoofatu minal Iman". "Kebersihan itu sebagian dari Iman". Ya, ajaran ini benar-benar diterapkan secara kaffah oleh semua lapisan masyarakat. Tanpa banyak khutbah.

Sepanjang perjalanan Bangilan-Bojonegoro, saya melihat pemandangan yang sekarang sangat lazim kita lihat. Banyak toko-toko dan warung yang menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya. Semua siaga semua waspada.

Sesampainya di ruang lobi RSUD, prosedur dan antisipasi penularan Corona pun diberlakukan. Sebelum masuk ruangan, saya diminta untuk menggunakan masker. Diperiksa suhu badan, dan cuci tangan dengan hand sanitizer.

Saat itu sebenarnya saya bawa sapu tangan. Dibekali oleh istri tercinta dari rumah. Dalam pikiran saya itu sapu tangan, bukan masker. Maka ketika petugas keamanan RSUD menanyakan masker, saya jawab, saya tidak bawa.

Selanjutnya saya diarahkan petugas tersebut untuk membeli masker. Saya mengiyakan. Satu masker harganya Rp. 1.500 (seribu lima ratus rupiah). Saya lega. Saya pun membeli satu masker untuk saya pakai.

Karena kurang terbiasa awalnya saya agak sesak nafas karena memakai masker, tapi lama-lama saya jadi happy juga. Bahkan saya membayangkan mirip Guru Kakashi dalam serial Naruto. Saya merasa keren saat memakai masker.

Padahal, sebelum membeli masker, tadinya saya sempat berfikir jangan-jangan harga maskernya mahal. Alhamdulillah, ternyata tidak, harganya wajar. Ini sangat menyenangkan dan membantu orang-orang kayak saya, saat keluar rumah di tengah-tengah wabah melanda. Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kebijakan RSUD ini.

Karena kemarin saya sempat melihat postingan di media sosial harga masker melambung tinggi ke angkasa. Ada oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan. Menari-nari di atas penderitaan orang lain.

Di tempat-tempat umum, dan tempat berkumpulnya masa memang sangat perlu diterapkan prosedur standard mencegah penularan virus. Ada tempat cuci tangan, atau praktisnya ada hand sanitizer, ada alat pengukur suhu badan, dan menyediakan masker.

Suatu kejadian yang tidak menyenangkan semisal  wabah Corona ini perlu kita hadapi bersama dengan saling tolong menolong dan semangat kegotongroyongan.

Saya yakin masyarakat Indonesia mampu keluar dari cobaan ini dengan baik. Asal kita semua mematuhi prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Saya percaya kita semua bisa. Aamiin.

Bojonegoro, 02/04/2020

Monday, March 16, 2020

Pembelajaran Daring di Era Covid-19

Pagebluk Corona Covid-19 belum usai, libur sekolah diperpanjang. Ini adalah tantangan tersendiri buat para guru dan wali murid juga. Pembelajaran dilaksanakan secara online, bisa lewat aplikasi WhatsApp maupun aplikasi lainnya. Oleh karena itu, siapapun kita, hari ini harus melek IT, melek perkembangan dan perubahan zaman yang cukup revolosioner.

Mungkin era pembelajaran hari ini tidak pernah terpikirkan oleh kita semua, namun nyatanya hari ini kita dihadapkan pada kondisi di mana manusia sebagai makhluk sosial dibatasi kegiatan sosialnya. Namun bagaimana lagi, karena memang kondisi yang memaksa maka segala kegiatan yang melibatkan perkumpulan manusia harus dibatasi dan aiatur dengan tegas.

Demi kesehatan, demi nyawa manusia, demi nilai-nilai kemanusiaan, kebijakan sosial distancing/ physikal distancing perlu kita taati bersama, termasuk dalam kegiatan pembelajaran di sekolah yang oleh Mas Menteri Nadiem Makarim harus dikerjakan dari rumah.

Untuk menindaklanjuti kebijakan belajar di rumah, maka guru harus kreatif dalam memberikan materi pembelajaran siswa melalui daring. Guru bisa mengirimkan url dari YouTobe tentang Corona Covid-19 kepada siswa, agar siswa bisa memperoleh informasi dengan benar. Berikut link channel YouTobe yang bisa dilihat oleh siswa tentang informasi Covid-19.


Selain itu guru juga bisa membuat video pembelajaran yang menarik dengan memakai aplikasi edir video, semisal Kine Master atau aplikasilain yang mampu dikuasai oleh seorang guru.

Tidak hanya itu saja, guru juga dituntut bisa mengoperasikan program penilaian berbasis online, agar siswa bisa mengerjakan tugas yang diberikan guru di rumah. Ada beberapa program yang bisa dipakai, bisa memakai google form, atau juga bisa menggunakan microsoft form. Kalau kesulitan guru bisa melihat tutprial di YouTobe. Berikut soal PTS yang saya buat online untuk pembelajaran siswa.

https://forms.office.com/Pages/ResponsePage.aspx?id=DQSIkWdsW0yxEjajBLZtrQAAAAAAAAAAAANAASSKvfhUQjFFUE1HSjA3VlJPU0dIN0hXOUE1STE0UC4u

Seorang guru memang harus selalu mengapdate pengetahuan tentang apapun lebih-lebih tentang kemajuan pembelajaran di era daring, karena hal ini sudah menjadi tuntutan zaman. Seorang guru jangan sampai ketinggalan dengan kemajuan teknologi dan informasi. Kuncinya jika ada kemauan pasti ada jalan. Jarrib wa laahid, takun 'aarifan.